Everything you need for your creative project



Radio Pasisia Online native berbasis flash dan membutuhkan adobe Flash 10 + support Silahkan Download.

Download Flash Disini.



HTML, Email, Blogger, WordPress, PSD, Joomla, Magento

Our Blog

Karya Sendratari: Darak Langkisau Marajuik Pituah

80-80-(ah-personal) 80d 80x80 80x80 80x80b 80x80-wp admin-thumb avatar avatarb brody d f icon icon_wego_drupalf icond icon-opencart logo mt-cool-thumb 80-80-(ah-personal) 80d 80x80 80x80
Penulis : Ellya Ridanti, S.Pd
Sutradara : H. Hosrizal  Yaman
Sanggar "Nan Gombang" Pesisir Selatan
RINGKASAN  CERITA  :
Kisah ini diangkat pada saat Raja GOMBANG PATUANAN memerintah Kerajaan BANDA SAPULUAH yang sekarang lebih dikenal dengan Kabupaten Pesisir Selatan.

Salah seorang isteri dari Raja Gombang Patuanan yang bernama Puti Andam Dewi adalah seorang perempuan Minang disamping cantik, pintar ilmu silat, menguasai pemerintahan dan sangat pandai dalam menata dan menyatukan ( marajuik ) pola hidup serta keterampilan anak-anaknya dan masyarakat kawulanya.

Dalam menjalankan roda pemerintahan Raja Gombang Patuanan dibantu oleh 4 orang anak-anaknya yang sangat terkenal yaitu Puti Sari Makah,  Sutan Pangaduan,  Sutan Limbak Tuah dan Sutan Malapawi.

Pada awalnya Kerajaan Banda Sapuluah berjalan aman, damai, tenteram dan makmur. Pada saat panen tiba, mereka terkadang mengadakan Pesta Alek Anak Nagari. Kedatangan Bangsa Portugis ke kota Painan yang kemudian bermarkas dan membuat Benteng di Pulau Ranggeh Mati yang sekarang bernama Pulau Cingkuk, mulai memunculkan masalah.  Puncak kekacauan terjadi ketika Permaisuri Puti Andam Dewi diculik oleh Raja Unggeh Layang ( Raja Portugis ) dan ditawan di Pulau Ranggeh Mati.

Raja Gombang Patuanan menugaskan kepada Puti Sari Makah memimpin adik-adiknya dan para Dubalang berangkat ke Pulau Ranggeh Mati untuk menyelamatkan Puti Andam Dewi. Berkat kegigihan, semangat persatuan dan kesatuan serta do’a yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT, mereka dapat mengalahkan Raja Unggeh Layang, membebaskan Puti Andam Dewi dan membawa kembali pulang ke Kerajaan Banda Sapuluah. Sebagai tanda suka cita, merekapun mengadakan Pesta Syukuran karena Puti Andam Dewi telah berhasil diselamatkan.
                                                                                                                         

SINOPSIS
DARAK LANGKISAU “RAJUIK PITUAH”

Salah  satu legenda/ cerita rakyat Pesisir Selatan yang sangat terkenal adalah kisah kepahlawanan Raja Gombang Patuanan. Puti Andam Dewi merupakan permaisuri yang paling cantik, arif, bijaksana, santun pada suami serta  dihormati oleh seluruh anak-anak dari permaisuri yang lain.

Puti Andam Dewi ini sangat aktif dalam membantu suaminya Gombang Patuanan dalam membangun daerahnya. Selain itu Puti Andam Dewi juga sangat gigih dan tekun dalam membina dan mendidik seluruh anak-anaknya. Dalam melakukan aktifitas sehari-hari Puti Andam Dewi sering dibantu oleh Puti Sari Makah yang tidak lain adalah salah seorang anak Raja Gombang Patuanan dari permaisuri yang lain.

Mereka berdua juga aktif membimbing warganya, masyarakat Pesisir Selatan yang saat itu bernama Banda Sapuluah, dengan salah satu pusat pemerintahan di Pulau Rangeh Mati. Adapun sumber kehidupan masyarakat pada waktu itu adalah bertani, berkebun dan melaut/ nelayan.

Di tengah kehidupan yang sangat keras dan penuh cobaan/ rintangan dan pengaruh-pengaruh jahat yang dapat menyesatkan. Puti Andam Dewi di bantu Puti Sari Makah berusaha dengan gigih, tekun dan disiplin mendidik dan membina seluruh anak-anaknya yang mulai menginjak usia remaja dan dewasa,agar menjadi anak-anak yang cerdas, berakhlak mulia, bermoral dan bisa menjadi panutan masyarakat serta selalu dapat menjaga silaturrahmi dan ikatan persaudaraan yang kokoh dalam keluarga. Namun, kerasnya cobaan/ godaan dan pengaruh yang datang membuat sebagian anak-anaknya tidak mampu menangkis dan menahannya, sehingga terbawa arus. Kondisi ini memunculkan suasana kacau, panik dan kalut.

Melihat situasi yang terjadi tersebut, Puti Andam Dewi dan Puti Sari Makah menjadi cemas. Mereka berdua lalu berusaha keras mengumpulkan anak-anak dan seluruh saudara-saudaranya untuk merajut kembali tali kasih dan persaudaraan.

Rangkaian kisah/ cerita tersebut di atas di susun oleh Ellya Ridanti, S.Pd selaku penata tari dan mencoba mengolahnya ke dalam sebuah bentuk Sendratari yang di beri judul “Rajuik Pituah”.

Designed By pasisia

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.