Everything you need for your creative project



Radio Pasisia Online native berbasis flash dan membutuhkan adobe Flash 10 + support Silahkan Download.

Download Flash Disini.



HTML, Email, Blogger, WordPress, PSD, Joomla, Magento

Our Blog

Daya Tarik Rabab Pasisia di Antara Semarak Kesenian Pop

80-80-(ah-personal) 80d 80x80 80x80 80x80b 80x80-wp admin-thumb avatar avatarb brody d f icon icon_wego_drupalf icond icon-opencart logo mt-cool-thumb 80-80-(ah-personal) 80d 80x80 80x80
Rabab Pasisia merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Pesisir Selatan. Hingga saat ini masih bertahan dan terus berkembang. Meskipun didera arus globalisasi yang membawa serta budaya, tradisi serta kesenian global, Rabab yang satu ini tetap tidak terlupakan di kehidupan masyarakatnya. Pertunjukannya masih diminati dan dinanti-nanti oleh masyarakat Pesisir Selatan. Terhitung dari Tarusan, Batangkapas hingga ke ujung paling jauh Pesisir Selatan, yaitu Lunang-Silaut. Pertunjukan rabab ini masih terus dipertontonkan. Masyarakat menyebut pertunjukan ini dengan istilah Barabab.

Meskipun Pesisir Selatan bukanlah satu-satunya daerah yang memiliki kesenian Rabab, namun Rabab Pasisia memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan rabab di daerah lainnya. Misalnya, Rabab Pariaman di Kabupaten Pariaman, atau Rabab Darek yang hidup di daerah Tanah Datar, Sumatera Barat. Perbedaannya terutama terlihat dari segi bentuk dan komposisi alat musik yang digunakan.

Rabab Pasisia dimainkan dengan alat gesek biola sebagai pengiring cerita. Si tukang biola biasanya merangkap sebagai si pencerita. Si tukang cerita bercerita berdasarkan apa yang sedang berkembang di masyarakat atau tentang kisah-kisah di masa silam yang dirasa perlu disampaikan karena memiliki pesan yang berguna untuk masyarakat. Selain pemain biola, dihadirkan seorang pemain gendang, untuk mengiringi musik yang dihasilkan dari rabab. Namun pada dasarnya, komposisi para pemain dalam Rabab Pasisia ini tidaklah tetap. Kadang juga dimainkan oleh tiga orang personil, dengan satu orang sebagai tukang dendang. Tukang dendang ini berperan ketika cerita telah berjalan dan dibagian tertentu membutuhkan unsur dendang.
Rabab Pasisia Sebagai Seni Pertunjukan Hiburan Masyarakat

rabab pasisiaPertunjukan Rabab Pasisia, selain sebagai hiburan, memiliki fungsi sebagai media pendidikan yang sarat pesan moral. Berbeda dengan instrumen rabab atau rebab lainnya yang ada di Nusantara. Biasanya, di tempat lain rebab dimainkan secara serentak dengan alat musik gamelan. Tetapi di Sumatera Barat, rabab merupakan kesenian dengan pertunjukan yang berdiri sendiri.

Pertunjukan yang dibawakan dengan cerita ini, mampu menyita perhatian penontonnya hingga semalam suntuk. Dimulai dari ba’da Isya, hingga Subuh menjelang pertunjukan barulah berakhir. Yang membuat penonton tahan menyaksikan, meskipun harus begadang itu adalah cerita yang dibawakan oleh si tukang rabab. Sebutan untuk pemain inti Rabab Pasisia. Karena memang konsep pertunjukan berbeda dengan pertunjukan-pertunjukan modern pada umumnya. Di pertunjukan Rabab Pasisia, si tukang rabab membawa cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekitar. Dan tidak jarang pula, cerita yang dibawakan itu adalah cerita mengenai salah seorang penonton, mengenai masyarakat atau penguasa setempat.

Di sinilah kekuatan pertunjukan Rabab ini. Hingga kita bisa melihatnya tetap hidup dan memiliki masanya tersendiri. Selain itu, tukang rabab biasanya juga menerima request dari penonton. Jika seorang penonton meminta untuk membawakan sebuah cerita tertentu, maka si tukang rabab, secara spontan, langsung akan menyusun cerita tersebut dalam benaknya, untuk kemudian dibawakan. Ini membuat penonton merasa dilibatkan dalam pertunjukan, hingga ia betah untuk mengikuti hingga selesai. Hal ini termasuk sering terjadi dalam pertunjukan-pertunjukan rabab di berbagai daerah di Pesisir Selatan.

Hingga kini, kesenian ini terus dibawakan di berbagai daerah di Pesisir Selatan. Namun, kita akan menemukan pertunjukan rabab dengan beragam bentuk dan komposisi musik atau cerita. Para pelaku (tukang rabab) itu pun bersifat terbuka. Dengan kata lain, mereka tidak segan-segan meracik pertunjukannya sedemikian rupa sehingga membaur dengan komposisi musik atau isu kekinian (modern).

Sumber: kabarsenja.com

Designed By pasisia

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.