Everything you need for your creative project



Radio Pasisia Online native berbasis flash dan membutuhkan adobe Flash 10 + support Silahkan Download.

Download Flash Disini.



HTML, Email, Blogger, WordPress, PSD, Joomla, Magento

Our Blog

Pertengahan November 2014 Pessel Gelar Kontes Akik

80-80-(ah-personal) 80d 80x80 80x80 80x80b 80x80-wp admin-thumb avatar avatarb brody d f icon icon_wego_drupalf icond icon-opencart logo mt-cool-thumb 80-80-(ah-personal) 80d 80x80 80x80
Sumber : Website Pemda Pesel
Painan, Oktober 2014.  

Pesisir Selatan menggelar kontes batu akik khas daerah itu. Untuk kegiatan yang terbilang unik tersebut, Pessel menggandeng Gemstone Indonesia dan Komunitas Batu Akik Sumbar. Kegiatan itu bakal dilangsungkan di ruang terbuka Pantai Carocok pada pertengahan November 2014 mendatang.

Nova Reviko Panitia Pelaksana kontes batu akik khas Pessel Jumat (31/10) di Painan menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gemstone Indonesia untuk mempersiapkan perlombaan perdana di daerah itu. Gemston Indonesia telah menyatakan siap menurunkan tujuh orang juri ke Painan.

Menurutnya ada beberapa kelas batu akik yang akan diperlombakan yang kesemuanya merupakan kekayaan asli Ranah Pasisie diantaranya lumut Tapan, lumut karang dan sunkist atau limau manis Ujung Tanjung. Selanjutnya peserta diperbolehkan dari seluruh Indonesia, asalkan batu yang ikut kontes asal Ujung Tanjung atau Tapan.

"Dari kegiatan ini nanti juga akan keluar sertifikat batu yang diperlombakan. Sementara tujuan perlombaan adalah untuk memperkenalkan berbagai jenis akik asal Pessel," katanya.

Selanjutnya Kapolres Pessel AKBP Toto Fajar Prasetiyo menyebutkan, pihaknya mendukung kegiatan yang bermanfaat memperkenalkan kekayaan daerah itu.

Sementara itu pantauan Haluan, ratusan orang setiap minggu memburu berbagai jenis batu akik Ujung Tanjung, Inderapura, Kecamatan Pancung Soal. Batu jenis sunkist, lumut karang dan sulaiman menjadi menarik perhatian warga Pessel dan luar Pessel.

Novendra Hariyanto (40), warga Pessel yang rutin melakukan pencaharian batu akik jenis ini setiap hari Minggu ke Ujung Tanjung Inderapura mengatakan, Ujung Tanjung mengandung berbagai batu akik, bahkan mengandung kalsedon.

"Selama ini, warga Pessel tidak mengetahui bahwa Ujung Tanjung memiliki batu kalsedon. Saya sendiri baru mengetahui sekitar dua bulan belakangan. Biasanya saya hanya memungut batu jenis limau manis, cimpago, widuri, anggur, ruyung saja. Saya tidak mengenal kalsedon," katanya.

Dikatakannya, ketika ia mengasah batu akiknya di Surantiah, ketika itulah diketahui bahwa salah satu batu yang dipungut adalah jenis kalsedon. "Setelah diasah, batu kalsedon itu hanya sebesar buji kopi. Namun laku djual seharga Rp500 ribu," katanya menjelaskan.

Harapan warga semakin membuncah setelah mengetahui sejumlah pencari batu kembali menemukan batuan serupa dan berhasil menjual dengan harga tinggi."Sejak itulah warga berbondong-bondong mencari peruntungan serupa di Ujung Tanjung," ujarnya.

Seperti yang lainnya, ia juga terus berupaya mencari batu tersebut. Dengan penuh setiap Minggu ia bersma kawan kawannya menyisiri pantai Ujung Tanjuang. Namun tidak semua memiliki peruntungan. Tak jarang mereka berulangkali ke Ujung Tanjung namun tak kunjung menemukan batu bahan baku akik tersebut.

Sementara itu Chepon (38), salah soerang pengrajin batu akik di Surantiah Pessel menyebutkan, batu jenis kalsedon itu memang sedang diburu kolektor batu dari Jawa. Harga batu tersebut bervariasi tergantung jenis, warna dan klasifikasi batu tersebut.

"Menurut informasi, batu kalsedon adalah kuarsa jenis kriptokristalin (memiliki struktur kristal yang sangat halus) yang transparan atau tembus cahaya, digunakan sebagai hiasan dan permata. Kalsedon tidak sekeras kuarsa murni, dan terdapat dalam jumlah besar di rongga-rongga batu vulkanis. Kalsedon yang biasa tidak sepenuhnya transparan, tetapi memiliki bintik-bintik dan pusaran putih-susu. Warnanya beragam, seperti putih, abu-abu, kuning, biru, dan cokelat," katanya.

Terkait kandungan batu akik di Ujung Tanjung tersebut, Bupati Pessel Nasrul Abit mengatakan, kawasan itu memang dikenal sebagai penghasil batu akik terbesar di Pantai Barat Pulau Sumatera.

"Ini merupakan asset daerah dan perlu dikelola dengan baik. Saya sering kekawasan itu untuk mencari bebatuan akik. Namun terkait jenis batu yang ada disana memang perlu penelitian lebih mendalam, sehingga keberadaan batu tersebut membawa kesejahteraan bagi warga," katanya.(09)

Designed By pasisia

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.